Senin, 14 Juni 2010

UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

Manusia adalah makhluk yang selalu ingin tahu. Artinya mereka akan selalu mencari ilmu tentang hal-hal yang belum mereka ketahui dengan belajar. Belajar menurut Moh. Surya (1981:32) adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam keterlibatan di kelas.

Esensi paling penting dalam proses belajar mengajar adalah keterlibatan. Baik itu keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar di kelas maupun diluar kelas. Dalam keterlibatan tersebut akan terjadi transfer ilmu baik dari guru kepada siswa maupun dari siswa ke siswa.

Sebagai hasil dari metode pendidikan masa lalu dimana guru adalah center of the study; guru adalah sumber ilmu paling utama, siswa di Indonesia terbentuk menjadi siswa yang pasif dan cenderung menjadi pendengar. Hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan esensi kurukulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang diterapkan saat ini yang menuntut siswa untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Mereka dituntut tidak hanya sebagai pendengar, akan tetapi juga terlibat sebagai pelaku. Mereka dituntut untuk menemukan konsep dalam materi pembelajaran. Dalam KTSP penilaian juga ditekankan pada proses belajar mengajar dan product atau hasil. Oleh karena itu maka guru harus menciptakan suatu suasana atau lingkungan untuk belajar sedemikian rupa sehingga membuat siwa aktif dan bisa menghasilkan sesuatu tidak hanya menerima pelajaran dari guru.

Ada bermacam cara untuk menciptakan suasana belajar yang membuat siswa menjadi aktif dan tidak pasif. Salah satunya adalah metode diskusi. Tugas utama dan yang penting menjadi tanggung jawab guru dalam metode diskusi adalah merangsang dan memotivasi serta menciptakan suasana yang membuat siswa terlibat aktif mengungkapkan pendapat.

Dari pengalaman yang ditemui di lapangan, pada pembelajaran dengan metode diskusi siswa yang berperan aktif dalam menjawab pertanyaan sangat minim sekali, terutama pada kegiatan diskusi secara klasikal. Siswa masih banyak yang malu untuk mengeluarkan pendapatnya . Mereka yang ikut aktif dalam diskusi adalah mereka yang sering ditunjuk guru. Secara jujur diakui bahwa guru lebih cenderung menunjuk siswa yang pintar agar lebih cepat mendapat jawaban yang diharapkan, sedangkan siswa yang lain hanya pasif saja, akibatnya suasana diskusi kurang hidup sehingga siswa kurang antusias mengikuti pelajaran. Padahal seperti dikemukakan sebelumnya seluruh siswa harus berperan aktif dalam proses belajar mengajar.

Tidak ada komentar: